Minggu, 10 April 2016

Muhammad SAW Sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneur

ETIKA BISNIS ISLAM 
Muhammad SAW Sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneur

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1         Latar Belakang Masalah

Salah satu kehidupan muhammad saw yang kurang mendapat perhatian serius adalah kepemimpinan beliau di bidang bisnis dan entrepreneurship. Padahal sebagian besar kehidupannya sebelum menjadi utusan Allah swt adalah sebagai pegusaha.

Muhammad saw telah merintis karir dagangnya ketika umurnya 12 tahun dan memulai usahanya sendiri ketika berumur 17 tahun. Pekerjaan ini terus dilakukan sampai menjelang beliau menerima wahyu. Dengan demikian, muhammad saw telah berprofesi sebagi pedagang selama kurang lebih 25 tahun ketika beliau menerima wahyu. Angka ini sedikit lebih lama dari masa kerasulan beliau yang berlangsung selama 23 tahun.

Selain itu, aspek bisnis ini juga tidak luput  dari perhatian banyak orientalis, hal ini disinyalir kurang kontroversial dan kurang menarik sebagai bahan perdebatan teologis. Oeh karena itu, maka dalam makalah ini, penulis mencoba untuk membahas tentang pribadi Rasulullah SW sebagi seorang pemimpin bisnis dan entrepreneur.

1.2       Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas maka masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah Muhammad saw sebagai pemimpin bisnis dan entrepreneur.
1.3       Tujuan
Untuk mengetahui sosok Muhammad saw sebagai pemimpin bisnis dan entrepreneur.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1.      Masa Kecil Membentuk Jiwa Wirausaha

Perhatian terhadap aspek bisnis Muhammad SAW ini mulai mengemuka seiring dengan munculnya konsep ekonomi islam. Selain membangun kerangka teori ekonomi islam dan berbagai aspeknya, juga dicari tokoh yang dapat dijadikan teladan dalam pengelolaan sumber-sumer ekonomi. Muhammad adalah orang yang tepat untuk dijadikan teladan dalam bisnis dan prilaku ekonomi yang baik. Beliau tidak hanya memberikan tuntunan dan pengarahan tentang bagaimana kegiatan ekonomi dilaksanakan, tetapi beliau mengalami sendiri menjadi seorang pengelola bisnis.

Jiwa kewirausahaan beliau tidak terjadi begitu saja, akan tetapi itu merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak kecil. Hal ini sebagaiman yang dikemukakan oleh Collin dan Moores (1964) dan Zaleznik ( 1976) “ the act of interpreneurship is an act patterned after modes of coping with early childhood eksperience” . hal ini juga diperkuat oleh para guru leadership yang sepakat bahwa apa yang terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan akan membuat perbedaan yang berarti dalam periode kehidupan berikutnya.

Mereka berpendapat bahwa pengalaman masa kecil dapat mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan seseorang. Selain itu pengalaman masa kecil dapat menimbulkan dorongan dan daya kritis, kemauan mencoba, disiplin dan lain sebagainya yang mana hal itu mampu membantu mengembangkan rasa percya diri serta keinginan untuk berprestasi namun bisa juga sebaliknya.

Sebuah pepatah mengatakan “Many greatmaen started as neswpaper boys”. Manfred Kets de Vries (1995) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa kerasnya kehidupan masa kecil menimbulkan dorongan untuk memimpin.

Dalam kontek kajian ini, maka telah kita ketahui bahwa Muhammad memiliki pengalaman yang pahit dengan terlahir sebagai seorang yatim lantaran ayahnya, Abdullah meninggal saat beliau masih dalam kandungan. Dan menjadi yatim piatu dengan wafatnya Halimah saat baru berusia 6 tahun. Setelah itu beliau diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib yang kemudian diteruskan oleh pamannya abu Thalib. Abu Thalib merupakan keluarga yang sangat sederhana sehingga Muhammad harus membantu keluarga tersebut dengan bekerja serabutan kepada penduduk makkah. Hal inilah yang justru menjadi modal psikologis bagi beliau dimasa depan.

Mengembala ternak merupakan pekerjaan umum bari para Nabi dan Rasul, seperti halnya Nabi Musa, Daud, dan Isa AS. Sejarah mencatat bahwa Rasulullah juga pernah menggembala ternak penduduk makkah. Muhammad SAW pernah mengatakan “ semua nabi pernah menggembala ternak” para sahabat bertanya “ Bagaimana dengan anda ya Rasulullah?” Beliau menjawab “ Allah tidak mengutus seorang nabi melainkan dia itu pernah menggembala ternak” Sahabat kemudian bertanya lagi “Anda sendiri bagaiman ya Rasulullah?”  “aku dulu pernah menggembala kambing penduduk makkah dengan upah beberapa Qirath”.

Hal inilah yang tentunya sangat berpengaruh pada pembentukan jiwa wira usaha yang kemudian beliau tekuni dikemudian hari. Dan latar belakang ini juga yang membuat beliau menjadi pemimpin ideal  dan memiliki rasa peduli yang tinggi  terhadap anak yatim dan orang miskin.


2.1.      Perjalanan Dagang Muhammad Saw

Bisnis Muhammad SAW dimuali ketika beliau ikut pamannya berdagang ke Syiria. Saat itu beliau masih berusia 12 tahun. Sejak itulah Muhammad SW melakukan semacam kerja magang (internship) yang sangat berguna pada bisnis nya sendiri.

Menjelang dewasa, beliau memutuskan untuk memilih sektor perdagangan sebagai karirnya. Hal ini juga dikarenakan kesadaran beliau akan keluarga pamannya yang sederhana, banyak memiliki beban keluarga dan yang lebih besar lagi adalah karena suku Qurays adalah keluarga pedagang pada umumnya sehingga harapannya beliau pun menjadi pedagang. Awalnya beliau berdagang kecil-kecilan di kota makkah. Beliau membeli barang dipasar kemudian dijual kembali kepada orang lain yang sampai akhirnya beliau menerima modal dari para investor dan para janda kaya dan anak-anak yatim yang tidak sanggup menjalankan bisnis mereka sendiri. Mereka menyambut baik seseorang yang jujur untuk menjalankan bisnis dengan uang yang mereka miliki berdasarkan kerjasama Mudharabah.

Dalam menjalankan bisnisnya, beliau memperkaya diri dengan kejujuran, keteguhan memegang janji, dan sifat-sifat mulia lainnya yang akhirtnya membuat penduduk makkah mengenal beliau dengan julukan Al-Amiin. Hal itu juga yang kemudian menarik perhatian para pemilik modal yang salah satunya adalah Khadijah binti Khuwalid yang menawarkan kemitraan dengan dasar Mudharabah.
Wilayah perdagangan beliau meliputi Yaman, Syiria, Busra, Iraq, Yordnia, Bahrin, dan kota-kota perdagangan di jazirah Arab lainnya. Sebuah riwayat mengatakan bahwa sebelum menikah dengan Khadijah, beliau sudah menjadi manajer perdagangan Khadijah ke pusat perdagangan Habashah di Yaman. Muhammad juga 4 kali memimpin ekspedisi  perdagangn untuk Khadijah ke Syiria dan Jorash di Yordania. Jerash atau Jorash merupakan kota tua peninggalan Romawi.

Selain itu, beliau juga tercatat pernah menjejakkan kaki ke bahrain, sebelah timur semenanjung arab. Dengan demikian di usia muda Muhammad SAW sudah menjadi pedagang regional karena daerah perdagangannya meliputi hampir seluruh jazirah arab.


2.3.      Bisnis Setelah Menikah

Setelah menikah Muhammad SAW tetap melangsungkan usaha perdagangannya seperti biasa. Namun sekarang beliau bertindak sebagai manajer sekaligus mitra dalam usaha istrinya. Untuk menjalankan usaha dagangnya tersebut, Muhammad SAW melakuan perjalanan bisnis ke berbagai pusat perdagangan diseluruh penjuru negerinya dan negeri-negeri tetangga.

Setelah menikah, Muhammad masih terlibat dalam bidang perdagangan seperti kebanyakan penduduk makkah lainnya. Tiga dari perdagangan beliau yang sempat diberitakan adalah perjalanan dagang ke Yaman, Najd, dan Najran. Disamping melakukan perjalanan dagang ke kota-kota lain, beliau terlibat dalam urusan dagang selama musim haji, misalnya dipasar Ukaz dan Dzul Majaz.

2.4       Contoh Perdagangan Oleh Muhammad Saw

Bisnis utama Muhammad SAW selama masa sebelum kenabian dan sesudah kenabian pada umumnya adalah usaha bisnis di bidang perdagangan. Dalam bisnisnya tersebut beliau melakukan beberapa transaksi sebagaimana umumnya seperti penjualan dan pembelian. Beberapa catatan sejarah menjelaskan bahwa pada masa antara awal kenabian dan hijrah ke madinah, muhammad lebih banyak melakukan transaksi penjualan lebih banyak dilakukan ketika beliau di madinah.

Contoh transaksi penjualan yang dilakukan oleh beliau adalah menjual secara lelang. Anas meriwayatkan bahwa Muhammad SAWpernah menawarkan selembar kain pelana dan bejana untuk minum seraya berkata ” siapa yang ingin membeli kain pelana dan bejana untuk minum ini ?” seseorang menawarkan satu dirham. Kemudian beliau menanyakan apakah ada orang yang akan membayarnya lebih mahal. Seorang laki-laki lain menwar seharga dua dirham. Beliau kemudian menjual kepada orang ini seharga dua dirham.

Dalam berdagang Muhammad Saw teguh memegang janji. Terdapat riwayat yang mengatakan bahwa beliau memenuhi janjinya walaupun orang yang membuat janji lupa kan janji yang dia ucapkan. Ketika melakukan transaksi pembelian, kadangkala Muhammad SAW menggunakan sistem kredit. Sebagai tanda terima kasihnya terhadap orang yang rela memberi transaksi kredit kepadanya, Muhammad SAW kerap kali membayar hutangnya dengan melebihi harga yang diperoleh. Bahkan dalam perjalanan waktu beliau sangat menganjurkan kepada sahabat agar melebihi pembayaran hutang dengan syarat tidak ada perjanjian di awal transaksi yang menyebabkan riba.
Abu Rafi’ berkata “ nabi telah meminjam seekor unta yang masih muda. Ketika unta-unta sedekah datang kepadanya, ia menyuruh saya untuk membayar orang yang menjual unta muda tersebut dengan memilih salah satu dari unta-unta sedekah itu. Ketika itu saya ketakan padanya bahwa saya hanya mampu mendapatkan seekor unta bagus yang umurnya tujuh tahun. Beliau mengatakan “ berikan padanya unta tersebut, sebab orang yang paling utama adalah orang yang menebus utangnya dengan cara yang paling baik.”

Di beberapa kesempatan beliau juga memotivasi para sahabatnya untuk berwirausaha. Beliau mengatakan “ berusaha untuk mendapatkan penghasilan halal merupakan kewajiban, di samping sejumlah lain yang telah diwajibkan.”

Beliau juga mengatakan “ tidak ada satupun makanan yang lebih baik daripada yang dimakan dari hasil keringat sendiri.” “pedagang yang jujur dan dapat dipercaya akan bersma para nabi, orang-orang yang benar dan tulus bersama para syuhada.” Allah memberikan rahmat-Nya kepada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli, dan membuat satu pernyataan.”
Sebuah catatan menceritakan bahwa Muhammad SAW pernah mempunyai hubungan bisnis perdagangan dengan Saib bin Ali Saib. Dan saib mengatakan bahwa Muhammad SAW adalah mitranya dalam berdagang dan selalu lurus dalam perhitungan dagangnya


2.5.      Kekayaan Muhammad Saw
           
Muhammad SAW mempunyai keunikan tersendiri mengenai kekayaan. Pada kondisi-kondisi tertentu beliau menjadi orang kaya dan pada kondisi-kondisi tertentu beliau menjadi orang miskin. Pada saat tertentu beliau juga berada pada posisi antara keduanya.  Hal ini tidak terlepas dari figur teladan yang baik bagi semua lapisan masyarakat.  Beliau menjadi orang kaya agar orang kaya yang lain bisa mencontoh bagaimana berinteraksi dengan harta, seperti dari mana didapat, disyukuri dan dibelanjakan dijalan yang baik. Beliau menjadi orang miskin agar menjadi contoh bagi mereka yang kekurangan, seperti bagaimana cara bersabar, dan menjaga kehormatan dari kemiskinan serta bagaimana cara keluar dari jeratan kemiskinan. Begitu pula saat beliau berada diantara keduanya.

Tidak ada catatan yang lengkap tentang berapa kekayaan Muhamad SAW baik ketika belum menjadi rasul ataupun setelah menjadi rasul. Diantara informasi kekayaan Muhammad sebelum menjadi Rasul adalah pada saat beliau menikah dengan Khadijah yaitu dengan membayar mahar 20 ekor unta. Dalam riwayat lain disebutan dengan ditambah 12 uqiyah (ons) emas. Suatu jumlah yang sangat besar bila di kalkulasi dengan mata uang sekarang.

Demikian juga tidak banyak catatan yang ditemukan  tentang apa yang terjadi terhadap harta kekayaan Muhammad setelah menjadi seorang Rasul. Muhammad lebih sibuk berdakwah daripada mengurusi perdagangan. Muhammad SAW lebih banyak menggunakan harta kekayaannya dijalan Allah seperti untuk menyantuni anak yatim, fakir miskin serta proyek sosial lainnya.

Ali Syu’aibi (2004) membagi kekayaan Muhammad menjadi tiga macam. Pertama, harta yang dijadika sebagai Fai’ untuk Rasul-Nya dan kaum muslimin, tanpa harus melewati pertempuran. Harta ini seperti yang didapat dari bani Nazhir, Suku yahudi yang mengingkari pakta perjanjian. Mereka memohon jamianan keselamatan mereka untuk meninggalkan madinah kepada Rasulullah SAW dengan memberikan  harta benda dn hasil bumi mereka. Kedua, Al-Syai’ yaitu yang dipilih Rasulullah SW sebagai harta ghanimah sebelum dibagikan.  Ketiga, al-sham yaitu beberapa bagian diluar seperlima yang merupakan hak Rasul.

Kekayaan lainnya adalah yang dikenal dengan tanah Fadak. Tanah tersebut menjadi milik Muhammad SAW bukan dari peperangan melainkan karena diserahkan oleh kaum Yahudi Fadak. Muhammad juga pernah dikabarkan menerima 90.000 dirham lalu uang itu dibagi-bagikan sampai habis. Sekembalinya dari perang hunain, beliau juga disodori uang rampasan hasil perang yang kemudian beluiau bagi-bagikan sampai habis.  Disamping itu, sebagian harta yang dimiliki Muhammad SAW adalah hasil dari hadiah yang diberikan oleh sahabat ataupun para pembesar atau penguasa yang menjalin hubungan diplomatik dengan bel;iau. Misalnya, hadiah dari Muqaiqis, penguasa mesir yang menghadiahinya dua orang hamba sahaya perempuan, seorang hamba laki-laki, beberapa pakaian terdiri dari 20 potong baju pembesar meir dan umamah (kain penutup kepala laki-laki). Rasulullah juga diberi hadiah berupa keledai dan kuda. Dari hadiah itu Muhammad memberi hatib bin Abi Balta 100 dinar dan 5 potong baju.

Al-Haris bi Abi Syamr Al-Ghasani juga pernah memberi hadiah 100 gram emas dan sejumlah pakaian. Begitu juga beliau pernah memberikan hadiah kepada penguasa seperti gubernur kisro di Yaman berupa emas dan perak.


2.6.      Wafat Dengan Penuh Kesederhanaan

Menjelang wafatnya, harta yang dimiliki Muhammad semakin habis. Sepertinya Muhammad beruasaha agar ketika wafat beliau tidak lagi memiliki harta dan hutang.
Husain Haika ( 2002) mengisahlkan bahwa dihari-hari sakit yang membawa kepada wafatnya, Muhammad memiliki tujuh dinar. Karena khawatir ketika meninggal harta itu masih ada ditangannya, maka dimintanya agar uang itu disedekahkan. Namun karena kesibukan keluarga mengurusinya sehingga lupa untuk melaksanakan perintah itu.

Di hari Ahad sebelum hari wafatnya (senin) beliau sadar kembali dri pingsannya dan bertanya kepada mereka “ apa yang kamu lakukan dengan dinar itu?” Aisyah menjawab bahwa dinar itu masih ada ditangannya. Kemudian dimintanya agar uang itu dibawakan dan ketika uang itu ditanganya, beliau berkata “Bagaimana jawab Muhammad kepada Tuhan, sekiranya ia menghadap-Nya sedang ini masih di tangannya? Kemudian semua uang itu disedekahkan kepada fakir miskin di kalangan orang muslim.
Salah satu bukti bahwa Muhammad SW wafat dengan tidak memiliki harta adalah ketika Fatimah meminta kepada Abu Bakar tanah peninggalan beliau di adak dan di Khaibar agar diberikan kepadanya namun Abu Bakar menjawab dengan kata-kata yang sama dengan yang disampaikan Muhammad “ Kami para nabi tidak mewariskan. Apa yang kami tinggalkan buat sedekah”.

Dengan demikian, Muhammad SW meninggal dunia dengan tidak meninggalkan kekayaan duniawi kepada siapapun. Ia pergi melepaskan dunia seperti ketika ia datang. Sebagai peninggalan, ia mewariskan Al-Quran dan Sunnahnya untuk dijadikan pedoman oleh umatnya.






BAB III
PENUTUP


3.1.      Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, maka penulis menarik kesimpulan bahwa pengalaman masa kecil sangat berpengaruh pada kehidupan masa depannya. Sebagaimana Muhammad yang sejak lahir sudah menjadi yatim, hidup serba kekurangan, mengembala kambing yang semua itu sangat berpengaruh pada kehidupan kedepannya. Pengalaman berdagang menjadikannya seorang pedagang sukses, pengalaman mengembala menjadikannya orang yang sukses dalam memimpin.

Sebuah perjalanan panjang beliau lalui, berdagang dari suatu tempat ke tempat lain, kejujuran yang ia miliki juga yang membuat karirnya melonjak dengan cepat dan seiring dengan tugasnya sebagai Nabi dan Rasul, hartanya beliau belanjakan dijalan Allah dengan menyantuni anak yatim, fakir miskin dan sosial lainnya.

Dan diakhir hayatnya, beliau kembali seperti sebagaimana saat beliau lahir, yakni tidak membawa harta. Kepergian beliau tidak meninggalkan harta benda melainkan meninggalkan dua hal yang harus kita jadikan sebagai pedoman dalam meniti kehidupan yaiti Al-Quran dan Sunnahnya.

DAFTAR PUSTAKA


Progres. 2014. Muhammad Saw Sebagai Enterpreneur Dan Pemimpin Bisis. 12 Januari 2016. Dilihat pada 27 Maret 2016 <http://progrestazkia.com/muhammad-saw-sebagai-entrepreneur-dan-pemimpin-bisnis.html>
Ginanjar Agung Prabowo. 2010. Nabi Muhammad SAW Sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneurship. 15 Noember 2010. Dilihat pada 27 Maret 2016 <htps://ginanjar05.wordpress.com/2010/11/15/nabi-muhammad-saw-sebagai-pemimpin-bisnis-dan-entrepreneurship/>
Agus Nasrullah. 2013. NabiMuhammad SAW Sebagai Pemimpin Bisnis dan Entrepreneurship. 27 Februari 2013. Dilihat pada 27 Februari 2017 <https://elnasr.wordpress.com/2013/02/27/prophetic-leadreship-muhammad-saw-sebagai-enterpreneurship-dan-pemimpin-bisnis/>

Accounting Information System (sistem informasi akuntansi)


SISTEM INFORMASI MANAGEMENT
Accounting Information System



ANGGOTA KELOMPOK :




Tarmidi sebagai Ketua (kiri) dan Eka Angga Sebagai Narator I (kanan)



M. Yusuf Nasution  sebagai Moderator

Indri Mulyanti sebagai Narator II


          Dina Nuraeni  sebagai Narator III



Wilda Mufliha sebagai Notulen


KELAS : STEBI 14.02


Dosen : Asep Jalaludin, ST.MM



STEBI GLOBAL MULIA
Jl. Niaga raya Komplek CBD Blok C No.9-18 Kawasan Industri Jababeka II, Cikarang Bekasi
2016




BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar Belakang Masalah

Accounting information system adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan.

Sistem ini menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Juga bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun di luar perusahaan. Selain itu accounting information system adalah satu – satunya CBIS yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan.

Alasan mempelajari accounting information system  adalah karena informasi sangat dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, serta digunakan untuk melakukan kontrol terhadap aset yang dimiliki organisasi tersebut dan menyiapkan data keuangan dan non keuangan untuk menjadi informasi yang akurat guna pengambilan keputusan.



B.   Perumusan Masalah

Permasalahan yang akan di bahas dalam makalah ini adalah :
1.    Apa definisi accounting information system?
2.    Ruang lingkup accounting information system?
3.    Aplikasi-aplikasi apa saja dalam accounting information system?


C.   Tujuan

1.    Mengetahui definisi dari accounting information system.
2.    Mengetahui ruang lingkup accounting informastion system.
3.    Mengetahui aplikasi-aplikasi dalam accounting information sytem. 




BAB II
PEMBAHASAN


A.   Definisi Accounting Information System (Sistem Informasi Akuntansi)

Menurut gelinas, ormas, dan weiggins. Sistem informasi akuntansi merupakan sebuah subsistem dari sistem informasi manajemen yang tujuannya adalah menghimpun, memproses, dan melaporkan informasi yang terkaitan dengan transaksi keuangan.

Sedangkan menurut Bodnard dan Hopwood, sistem informsi akuntansi merupakan sebuah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah Sistem Informasi yang menangani segala sesuatu yang berkenaan dengan Akuntansi. peran penting SIA pada sebuah organisasi antara lain, mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.

maka sistem informasi akuntansi (SIA) atau accounting information systems (AIS) dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya. Sistem informasi akuntansi merupakan sistem informasi yang merekam dan melaporkan transaksi bisnis, aliran dana dalam organisasi, dan menghasilkan laporan keuangan. Jadi Accounting Information System merupakan sebuah sistem yang akan memproses dan mengolah inputan data transaksi menjadi sebuah informasi keuangan yang merupakan output dari Accounting Information System.
Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh accounting information system dibedakan menjadi 2, yaitu :
a.    Informasi Akuntansi Keuangan
Informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
b.    Informasi Akuntansi Manajemen
Informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan.

Untuk melakukan sebuah sistem informasi akuntansi akan membutuhkan berbagai resource seperti people, process, dan technology. People merupakan orang yang mengolah data atau menerima informasi, sedangkan proses merupakan prosedur dalam business process yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan dalam perusahaan, dan technology merupakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk dapat mengolah data menjadi informasi (seperti misalnya hardware, software, dan network).


B.   Ruang Lingkup Accounting Information System

Ruang lingkup accounting information system (sisitem informasi akuntansi) terdapat 3, yaitu :
1.      Ruang lingkup Implementasi aplikasi pada Bagian Akuntansi/Pembukuan meliputi pencatatan dan pengolahan data atas transaksi keuangan yang meliputi penjurnalan, posting hingga menghasilkan laporan keuangan perusahaan (General Ledger System).
2.      Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan terdiri dari mutasi penambahan dan pengurangan pada aktiva tetap dan persediaan serta perhitungan penyusutan dan nilai buku aktiva tetap.
3.      Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah terkomputerisasi terdiri dari beberapa sub-sistem antara lain sub-sistem penyambungan baru, sub-sistem administrasi rekening, sub-sistem pelayanan pelanggan (customer service) dan sub-sistem penagihan dan penerimaan kas.

Sistem Informasi Akuntansi meliputi beragam aktivitas yang berkaitan dengan siklus-siklus pemrosesan transaksi perusahaan, yaitu :

1.    siklus pendapatan (revenue cycle)
Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pendistribusian barang dan jasa ke entitas-entitas lain dan pengumpulan pembayaran-pembayaran yang berkaitan.
2.    siklus pengeluaran kas (expenditure cycle)
Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan.
3.    siklus konversi (conversion cycle)
Kejadian-kejadian yang berkaitan dengan pengubahan sumberdaya menjadi barang dan jasa.
4.    siklus manajemen sumber daya manusia (human resource management cycle)
Pembelian, pemeliharaan, pengeluaran dana, fasilitas, sumber daya manusia, dan melibatkan tentang penggajian.
5.    siklus buku besar dan pelaporan keuangan (general ledger and financial reporting cycle)
Kompilasi transaksi-transaksi akunting dari siklus-siklus transaksi lainnya. Penyediaan laporan-laporan keuangan.



SIA terdiri atas tiga subsistem:

1.    System pemrosesan transaksi (transaction processing  type-TPS), yang mendukung operasi bisnis harian melaui berbagai dokumen srta pesan untuk para pengguna diseluruh  perusahaan.
2.    System buku besar/pelaporan keuangan (general ledger/financial reporting system-GL/FRS), yang menghasilkan laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, arus kas, pengembaliam pajak, serta berbagai laporan lainnya yang disyaratkan oleh hukum.
3.    System pelaporan manajemen (manajemen reporting system- MRS), yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban.


C.   Aplikasi Accounting Information System

1.    M.Y.O.B

Kelemahan:
a.    Database MYOB merupakan database yang dikunci, artinya pengguna tidak dapat melakukan modifikasi laporan, modifikasi field di MYOB, sehingga customization apabila diperlukan relatif sulit dipenuhi oleh MYOB.
b.    MYOB merupakan software buatan luar negeri sehingga tidak ada feature perpajakan di dalamnya. Pembuatan laporan yang berkaitan dengan perpajakan seperti form pelaporan PPN dan lainnya tidak tersedia di dalam MYOB dan harus dikelola di luar software MYOB.
c.    Tidak ada module fixed assets, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul untuk mengelola assets yang dimiliki maka tidak dapat dipenuhi oleh MYOB. Contoh bidang usaha yang memerlukan antara lain adalah persewaan genset yang memerlukan pengelolaan keberadaan lokasi, maintenance, jenis barang dan lainnya.
d.    Kelemahan Multi Warehouse yang mengakibatkan pengelolaan atas barang konsinyasi relatif sulit dikelola di dalam MYOB.
e.    MYOB tidak dapat digunakan untuk mengelola perusahaan dengan multi company, artinya laporan konsolidasi tidak dapat diharapkan dapat dibuat dengan menggunakan MYOB.

Kelebihan:
a.    Easy of use; MYOB menawarkan kemudahan dalam penggunaannya, artinya pengguna dapat mempergunakan MYOB walaupun yang bersangkutan tidak memiliki latar belakang pembukuan sama sekali. Kuncinya adalah setup dan implementasi yang baik. Hal tersulit dan yang paling penting dalam penerapan MYOB adalah pada saat proses setup, dimana proses bisnis yang ada di dalam perusahaan di otomatisasi dengan mempergunakan alat bantu MYOB, sehingga dalam pelaksanaan kesehariannya, pengguna hanya mengikuti proses bisnis yang telah disusun sebelumnya.
b.    Accounting Power; Software MYOB telah cukup lama dikembangkan dan secara berkesinambungan mengeluarkan perbaikan release. Sehingga pengelolaan informasi dengan menggunakan software MYOB cukup dapat diandalkan. Sepanjang setup yang dilakukan telah dilakukan dengan baik dan benar, MYOB dapat mengeluarkan laporan yang dapat diandalkan.
c.    Feature Job dan Category yang dapat digunakan untuk pengelolaan proyek serta departmentalisasi, sehingga dapat diperoleh laporan manajemen per proyek maupun per departmen yang berguna bagi manajemen untuk mengetahui kinerja dan sebagai dasar langkah perbaikan yang harus dilakukan.
d.    Proses instalasi dan maintenance yang murah. Instalasi MYOB dapat dilakukan dengan mudah dan biasanya tidak dipungut biaya maintenance tahunan, artinya walaupun release terbaru telah dikeluarkan oleh MYOB, para pengguna release sebelumnya tetap masih dapat menggunakannya, dan apabila diperlukan bisa dilakukan pembelian upgrade dengan harga yang relatif lebih murah dibandingkan dengan pembelian baru.
e.    Tenaga kerja yang mengetahui dan paham atau setidaknya mengetahui MYOB cukup banyak ditemui di pasar. Telah banyak berkembang lembaga pendidikan baik lembaga kursus maupun lembaga pendidikan tingkat universitas yang mengajarkan software MYOB sebagai bagian dari pelajaran Accounting.
f.     Dapat digunakan untuk memantau 3 tahun periode pembukuan, artinya dalam kurun 3 tahun manajemen masih dapat melihat transaksi selama 3 tahun kebelakang tanpa perlu melakukan proses tutup buku.
g.    Nilai investasi yang relatif murah. Harga produk termahal adalah kurang dari USD 1.000,- (diluar training dan implementasi). Kuncinya adalah pelaksanaan setup dan implementasi. Pilihlah perusahaan yang memiliki tenaga yang telah memiliki pengalaman dalam melakukan implementasi MYOB. Lebih banyak perusahaan yang telah diimplementasikannya; tentunya lebih banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari pengalaman konsultan tersebut.
h.    Jangka waktu implementasi yang relatif cepat. Sepanjang data untuk keperluan implementasi seperti data detail neraca dan rugi laba dapat anda siapkan dengan cepat; maka implementasi MYOB akan dapat diselesaikan dengan cepat pula.




2.    Microsoft Office Accounting Express (MOAE)

Kelebihan:
a.    Pengoperasian MOAE sangat mudah tanpa memerlukan pengetahuan akuntansi
b.    Dimana aplikasinya hanya memasukkan data transaksi dari data sumber (faktur, slip setor, dan nota-nota lainnya) tanpa harus melakukan penjurnalan terlebih dahulu.
c.    bisa secara otomatis menghasilkan laporan keuangan atau laporan lainnya sewaktu-waktu.
d.    menyediakan fitur pengelolaan data klien

Kelemahan:
a.    Dalam hal perpajakan (MOAE) tidak memfasilitasi kepentingan peraturan perpajakan yang berlaku di Indonesia.
b.    Untuk fitur - fitur pajak yang tersedia yaitu dengan menginput tarif pajak tunggal yang ingin dibebankan terhadap suatu transaksi.


3.    Accurate Accounting

Kelebihan:
a.    sangat mudah sangat aplikatif bagi proses bisnis UKM di Indonesia
b.    Dalam hal kepentingan perpajakan, Accurate telah menyediakan fitur Pajak Penjualan (PPn) yang berlaku di Indonesia.
c.    Standar akuntansi yang digunakan pun sudah sesuai dengan standar akuntansi yang ada di Indonesia, terkait pencatatan dan pelaporan keuangannya.
d.    Nilai transaksi yang dapat dicover software ini bisa mencapai 15 digit atau setara dengan 920 triliun.
Kelemahan:
a.    Untuk Harga sangat mahal
1)    ACCURATE Standard Rp. 5.000.000, – 2 user(2 komputer)
2)    ACCURATE Project Rp. 8.000.000, – 2 user (2 komputer)
3)    ACCURATE Enterprise Rp. 25.000.000, – 5 user (5 komputer)
4)    ACCURATE Extra Licence Rp. 1.500.000/licence (penambahan komputer)


4.    DacEasy Accounting

Kelebihan:
a.    Respon cepat
b.    Jarang terkena virus
c.    Data akan tersimpan secara otomatis jika terjadi keadaan yang tak terduga, contohnya mati lampu.

Kelemahan:
a.    Tampilan masih hitam putih
b.    Sangat sulit untuk di upgrade jika untuk pengembangan software ini.
c.    Masih memerluka printer yang lama(dot matrix).


5.    Zahir Accounting

Kelebihan:
a.    Mudah digunakan oleh non Akuntan
b.    Desain User Interface Menarik dan Mudah Dipahami
c.    Faktur dan Laporan dapat Didesain
d.    Laporan dapat Diemail dan Diexport ke Berbagai Format
e.    Menggunakan Database Client Server
f.     Fasilitas dan Kapasitas dapat Dipilih Sesuai Kebutuhan
g.    Berbagai Grafik dan Analisa Bisnis Interaktif
h.    Laporan dapat Diklik untuk Melihat Detail Transaksi (Audit / Drill-down)

Kelemahan:
a.    Harga untuk licensinya mahal
b.    Tidak dapat secara otomatis menghitung biaya perjam, perburuh, dan biaya2 lain pada akuntansi biaya, sebab biaya per satuan ini merupakan perhitungan alokasi biaya, bukan biaya sesungguhnya.
c.    Hanya memiliki satu mata uang.

BAB III
PENUTUP


A.   Kesimpulan

Sistem  informasi akuntansi (SIA) atau accounting information systems (AIS) dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya.

Ruang lingkup accounting information system (sisitem informasi akuntansi) terdapat 3, yaitu :
1.    Ruang lingkup Implementasi aplikasi pada Bagian Akuntansi/Pembukuan.
2.    Ruang lingkup Sistem Informasi Aktiva Tetap dan Persediaan.
3.    Ruang Lingkup implementasi Billing System yang telah terkomputerisasi.

Aplikasi Accounting Information System yaitu M.Y.O.B, Microsoft Office Accounting Express (MOAE), Accurate Accounting, DacEasy Accounting, dan Zahir Accounting.


B.   Saran

Semoga isi dalam makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan dapat mempelajari dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari  agar bisa mengatur keuangan.


DAFTAR PUSTAKA


Abdul Rahman Wahid. 2012. Macam-Macam Software Yang Beredar Di Indonesia. 03 November 2012. Dilihat pada 19 Maret 2016<http://abdulrahmanwahid.blogspot.co.id/2012/11/macam-macam-software-akuntansi-yang.html>.
Achy Surya. 2011. Ruang Lingkup SIA. 03 Otober 2011. Dilihat pada 20 Maret 2016 <http://achysurya.blogspot.co.id/2011/10/1-ruang-lingkup-sia.html>.
Denok Deyxa. 2015. Aplikasi Sistem Informasi Di Fungsi-Fungsi Organisasi. 24 Setember 2015. Dilihat pada 19 Maret 2016<http://denok-s-wien.blogspot.co.id/2015/09/aplikasi-sistem-informasi-di-fungsi.html>.
Mustofa Abdul Basir. 2009. Accounting Information System. 13 November 2009. Dilihat pada 21 Maret 2016<http://www.scribd.com/doc/22502411/BAB-II-Accounting-Information-System#scribd>.
Rie Rahayu. 2013. Makalah Sistem Informasi Akuntansi (SIA). 26 Februari 2013. Dilihat pada 20 Maret 2016 <http://rierahayu.blogspot.co.id/2013/02/makalah-sistem-informasi-akuntansi-sia.html>.
Sugiarto Hartono. 2013. Accounting Information System. 05 Maret 2013. Dilihat pada 20 Maret 2016<http://sis.binus.ac.id/2013/03/05/accounting-information-system/>.
Wiwin Juli. 2012. Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System). Dilihat pada 20 Maret 2016  <http://tugasdanbelajar.blogspot.co.id/2012/10/sistem-informasi-akuntansi-accounting.html>.